January 30, 2017

Kisah Menarik Asal-Usul Kue Cakwee

Tags

Kisah Menarik Asal-Usul Kue Cakwee
(picture source : resepsedapku.com)

Orang Indonesia tentunya sudah familiar dengan jenis makanan yang satu ini. Cakwee adalah kue yang berbentuk panjang serta terdiri dari dua bagian. Umumnya cakwee disajikan ketika masih hangat dan ditambah dengan colekan sambal. Sering makan cakwee, namun apakah Anda sudah tahu bagaimana asal-usul kue cakwee? Selain enaknya kue ini, ternyata ada kisah menarik dibalik legendarisnya kue cakwee.

Menurut cerita, asal muasal kue cakwee terjadi pada era Dinasti Song Selatan yaitu di Negara China sekitar tahun 1103-1142. Ketika masa itu, bangsa China sering mengalami berbagai serangan dari Kekaisaran Jin. Pasukan Song terus melakukan perlawanan namun tetap terdesak sebab kuatnya armada Kekaisaran Jin. Hingga akhirnya suatu hari muncul seorang pahlawan muda yang bernama Yue Fei. Dirinya selalu mengalahkan pasukan Kekaisaran Jin di setiap pertempuran.

Sebab kegigihan dan keberaniannya dalam berperang, akhirnya Yue Fei diangkat menjadi jenderal pasukan tentara Dinasti Song Selatan. Sejak kepemimpinan berpindah di tangan Yue, pasukan tentara Song menjadi lebih kuat dan dikenal berdisiplin tinggi. Pasukan tentara Song bahkan sangat baik terhadap warganya dan mereka tidak pernah mengambil makanan dan harta milik warganya. Hal itulah yang menjadikan Jenderal Yue Fei dan pasukannya dicintai oleh rakyatnya.

Baca juga : Kenali 4 Waktu Terbaik Makan Buah


Kisah Menarik Asal-Usul Kue Cakwee
Jenderal Besar Yue Fei 

Kejayaan Dinasti Song yang dipimpin oleh Yue Fei menjadi mimpi buruk bagi Kekaisaran Bangsa Jin. Di setiap pertempuran, pasukan Yue Fei yang hanya berjumlah 3.000 orang dapat mengalahkan pasukan Bangsa Jin yang kekuatan armadanya lebih banyak yaitu 30.000 orang. Bahkan komandan pasukan Bangsa Jin hampir menyerah dan mengatakan bahwa lebih mudah memindahkan gunung daripada mengalahkan Yue Fei.

Setelah banyak menelan kekalahan dalam perang, pada tahun 1124 pasukan Bangsa Jin yang dipimpin oleh Pangeran Wuzhu kembali menyerang Dinasti Song. Namun usaha Bangsa Jin lagi-lagi dikalahkan oleh pasukan Yue Fei. Tidak menyerah, Pangeran Wushu kembali menyerang Bangsa Song dengan mengerahkan 12.000 pasukan. Lagi-lagi usaha mereka untuk balas dendam gagal dan dihancurkan oleh pasukan Yue Fei.

Dengan rentetan kekalahan sebanyak itu, Bangsa Jin menyadari bahwa mereka tidak akan mampu mengalahkan Dinasti Song selama Yue Fei masih hidup. Maka, petinggi Bangsa Jin menggunakan cara licik yaitu mereka mencoba menyuap para pejabat Dinasti Song agar Yue Fei bisa disingkirkan. Ternyata benar, para pejabat Dinasti Song menerima tawaran suap tersebut. Saat itu komplotan menteri korup Dinasti Song yang menerima suap dipimpin oleh Chin Kwe.

Ketika Dinasti Song sedang berperang melawan pasukan Jin, Chin Kwe menghasut Raja Dinasti Song supaya memanggil pulang Yue Fei yang saat itu sedang melakukan pengejaran terhadap pasukan Jin.

Mendengar perintah mundur tersebut, Yue Fei merasa sangat kecewa. Yue Fei sadar jika pasukan Bangsa Jin dibiarkan lolos maka mereka akan mengumpulkan pasukan yang lebih banyak dan kembali menyerang Dinasti Song. Namun Yue Fei tidak bisa berbuat banyak, sebab raja yang dihasut oleh Chin Kwe telah menuliskan perintah mundur pasukan Yue Fei dalam 12 kepingan emas. Artinya, itu merupakan perintah mutlak raja yang harus segera dipatuhi dan tidak bisa ditolak.

Yue Fei sangat kecewa dan sedih, dirinya berkata dalam hati bahwa perjuangan mereka selama 10 tahun menjadi sia-sia sebab perintah mundur tersebut. Akhirnya Yue Fei dan pasukannya kembali ke ibukota dan para warga menyambut meriah mereka di setiap jalan yang dilaluinya.

Namun ternyata Chin Kwe dan komplotannya sudah menyiapkan jebakan untuk Yue Fei. Ketika datang menghadap raja, Yue Fei dituding telah mengumpulkan pasukannya dan memberontak untuk membunuh raja. Akhirnya Yue Fei ditangkap lalu diberi ganjaran hukuman mati.

Ketika hari kematian Yue Fei telah datang, Yue Fei dan putranya Yue Yun berjalan dengan posisi tegak dan tegar ke tempat eksekusi. Tidak lama kemudian mereka berdua dibunuh oleh algojo. Jenderal Besar Dinasti Song tersebut kemudian tewas sebab hasutan para pejabat korup Dinasti Song. Rakyat China merasa sedih dan melakukan protes atas ketidakadilan tesebut.

Baca juga : 5 Fakta Unik Wasabi yang Tidak Banyak Orang Tahu

Sebagai bentuk kekecewaan dan kesedihan, rakyat China kemudian membuat boneka tepung yang menyerupai bentuk Chin Kwe dan istrinya. Sebab mereka semua marah, boneka tepung tersebut akhirnya digoreng dan dimakan. Tindakan protes tersebut akhirnya diikuti oleh ribuan penduduk China lainnya. Hingga akhirnya kue boneka tepung yang semula dinamai Chin Kwe tersebut kemudian dikenal dengan sebutan Cakwee.

Sejak saat itu, nama Yue Fei selalu dikenang dan tidak akan dilupakan oleh masyarakat China. Sampai saat ini rakyat China sangat menghormati Yue Fei. Begitu pula dengan kepopuleran kue Cakwee. Seiring dengan ekspansi warga China ke seluruh dunia termasuk Indonesia, kue ini pun menjadi populer di Indonesia.


EmoticonEmoticon