January 20, 2017

Bukti Bahwa Sengatan Tawon Lebih Berbahaya dari Gigitan Ular Berbisa

Tags

Bukti Bahwa Sengatan Tawon Lebih Berbahaya dari Gigitan Ular Berbisa

Para ilmuwan di Australia telah meneliti dan menemukan bahwa racun yang dihasilkan oleh tawon lebih berbahaya daripada racun ubur-ubur, laba-laba atau racun ular. Hal ini tentunya menimbulkan ancaman yang cukup serius bagi kesehatan kalangan masyarakat umum.

Hasil penelitian mengejutkan ini adalah berdasarkan kajian analisis nasional pertama di Asutralia yang telah dilakukan selama 13 tahun yaitu mengenai gigitan dan sengatan yang ditimbulkan oleh makhluk beracun. Penelitian yang dilakukan oleh University of Melbourne ini mengungkapkan bahwa lebah atau tawon merupakan penyebab pertama orang dirawat di rumah sakit akibat infeksi gigitan atau sengatan yang mengandung racun.

Kemudian hewan penyebab orang masuk rumah sakit kedua akibat gigitan adalah laba-laba, yaitu gigitan laba-laba menjadi penyebab orang dirawat di rumah sakit selama 13 tahun, atau jika dipresentasi adalah sebanyak 30 persen dari total gigitan beracun semua makhuk. Sedangkan racun yang dihasilkan oleh gigitan ular berbisa berada di posisi ketiga dengan persentase 15 persen.

Baca juga : 5 Fakta Donor Darah yang Harus Kamu Ketahui

Menurut data tersebut, selama 13 tahun penelitian ada 42.000 orang dibawa ke rumah sakit akibat gigitan atau sengatan makhluk berbisa. Dari para korban sebanyak itu, 64 orang meninggal dunia dan 34 diantaranya mengalami reaksi alergi berat yang terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan kematian.

Bukti Bahwa Sengatan Tawon Lebih Berbahaya dari Gigitan Ular Berbisa
Lebah Beracun - kubaca.web.id

Ahli kesehatan masyarakat di Unit Racun Australia di University of Melbourne, Ronelle Welton, mengatakan bahwa dirinya sangatlah terkejut ketika berhasil menemukan temuan tentang banyaknya kasus kematian dan orang yang dirawat di rumah sakit di daerah pantai padat penduduk di Asutralia.

Welton menyatakan bahwa lebih dari setengah dari total kasus kematian yang ada itu terjadi di rumah dan sebanyak 64 persen sisanya justru terjadi di kota-kota besar. Dirinya percaya bahwa gigitan dari serangga akan menjadi sangat mematikan apabila tidak cepat dan salah dalam penanganannya. Jika tidak segera mendapat perhatian dan pertolongan medis dan anaphlaxis maka dapat menewaskan manusia dengan cepat.

Tiga-pereampat orang yang meninggal dunia itu adalah akibat gigitan ular berbisa , sedangkan orang yang meninggal dunia akibat gigitan serangga dan sampai dibawa ke rumah sakit berjumlah sekitar 44 persen.

Baca juga : Dianggap Tidak Berguna, Fungsi Usus Buntu Akhirnya Ditemukan

Welton juga menjelaskan bahwa kasus kematian terbesar akibat gigitan dan sengatan serangga beracun ini mungkin juga dikarenakan kebanyakan orang yang tidak benar-benar wasapda dengan keberadaan lebah dan menganggap lebah tidak lebih berbahaya dibandingkan dengan ular. Sehingga ketika mereka digigit oleh lebah atau hewan beracun lainnya, mereka tidak terlalu peduli dengan itu dan tidak langsung menanganinya dengan dibawa ke rumah sakit.



EmoticonEmoticon